Oleh: physicool | Juni 6, 2010

Solusi Soal Fisika: Harus Berlogika Fisika?

Ilmu Fisika, merupakan salah satu ilmu filsafat lebih tepatnya filsafat sains. Di sekolah formal fisika dimasukan dalam kategori IPA atau sekarang dinamakan sains. Mulai disekolah dasar kita sudah mendapatkan ilmu fisika. Sebagian siswa sekolah dasar yang saya temui menganggap sains (ada materi fisika di dalamnya) lebih mudah dibandingkan matematika. Saya juga merasakan hal yang sama waktu itu.

Fisika Sekolah Menengah
Ketika memasuki sekolah menengah pertama, sains dibagi menjadi dua. biologi dan fisika. Nah, fase inilah bermunculan teori baru yang dianggap sulit oleh para siswa meskipun masih tergolong lebih mudah diabanding dengan bahasa inggris ataupun matematika. Memasuki sekolah menengan atas, hampir sebagian besar siswa (pengalaman ) mengungkapkan bahwa fisika sangat sulit. lebih sulit dibangdingkan matematika. Kenapa terjadi demikian? Alasan yang paling sering mereka utarakan adalah tidak sempurnanya menghafal rumus. Tidak cukup menghafal rumus aturan-aturan yang baku juga harus dipakai.
Dihadapkan pada soal
Komentar tentang susahnya fisika mencuat ketika mereka telah menyelesaikan soal. Ada banyak faktor yang menjadi penentu “susahnya” soal fisika diantaranya adalah bahasa soal. Bagaimana mau menyelesaiakan soal tersebut kalau bahasa yang ada disoal saja susah untuk dicerna. Untuk permasalahan ini kita perlu latihan untuk bisa memahami karakter-karakter soal-soal fisika.
Berlogika Fisika
Inilah yang menjadi hal yang tidak dipunyai oleh siswa dan tentunya pengajar fisika seluruhnya. Berlogika secara fisika harus dimulai dari pemahaman terhadap hukum, postulat dan teori dalam fisika. termasuk peristiwa-peristiwa di alam.

Oleh: physicool | Mei 26, 2011

Tips dan Trik

Tak dipungkiri menyelesaikan soal-soal fisika secara tepat dan benar tidak selalu mudah. Berikut ini beberapa prosedur yang dijalankan ketika berkeinginan menjawab soal-soal fisika:
1. Baca soal dengan cermat, tepat
2. kelompokkan soal tersebut, massuk dalam fisika apa (mekanika, optik atau yang lain)
3. dapatkan apa yang ditanyakan soal tersebut.
4. perhatikan data-data yang disajikan
5. lihat dalam catatan/buku persamaan yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan apa yang ditanyakan.
6. kalau sedang menghadapi UAS maka langkah ke 5 dilewati, tulis persamaan yang sesuai dengan yang ditanyakan.
7. dari rumus untuk menemukan hal yang ditanyakan tersebut, cek ada ga variabel yang belum tersajikan di soal? Kalau belum, cari dengan persamaan yang memang digunakan untuk mendapatkan hal itu.

Pendahuluan
Zat padat merupakan salah satu fase zat. Kajian tentang zat padat melahirkan banyak teknolgi terkini yang mampu ‘memanipulasi’ struktur dan sifat-sifat zat padat untuk dijadikan devais yang handal dan humanis. LCD yang sedang kamu tatap, media penyimpanan data mungil yang kamu punya adalah contoh-contoh produknya.

Struktur Kristal Zat Padat

Berbicara tentang struktur tidak lepas dari bagian yang tidak dapat dibagi lagi (atom). kamu harus tahu dulu tentang beberapa teori atom yang telah berkembang sampai dengan saat ini. Model atom yang digunakan sekarang adalah hasil eksperimen dan pemikiran Rutherford yang kemudian dilengkapi teoriny oleh Bohr lewat postulat Bohr.

Mengetahui struktur materi bukan lagi menjadi perkara yang sangat tidak mungkin. Banyak alat yang telah diciptakan dan digunakan untuk dapat menentukan struktur suatu materi. Hal ini berawal dari teori atom, ketidak pastian Heisenberg dan Schrodinger (era kuantum), terciptalah alat yang dapat melihat struktur materi samapi sedemiian detail.

Oleh: physicool | Juli 11, 2009

Pendidikan Mandiri

Meski hari pendidikan nasional diperingati dua bulan silam, pada kenyataanya orang baru sadar tentang pendidikan pada bulan ini ( Juli – Agustus ). Sadar tentang pendidikan bisa jadi orang menijau sebagai beban tambahan karena harus membelikan buku ( alat tulis )baru juga baju baru, uang spp, sardik, spl dan sejenisnya di sisi lain orang ( boleh jadi orang yang sama ) sadar akan urgensi pendidikan( formal ) itu sendiri.

Pegadaian meningkat aktivitasnya menjelang liburan sekolah berakhir ( untuk mahasiswa mungkin agak berbeda ), ini menandakan tidak ada yang gratis dalam bersekolah ( pendidikan formal ).Fenomena ini juga menandakan ( kalau terbukti bahwa presentasi pengguna jasa pegadaian terbesar saat itu adalah orang tua yang membutuhkan dana segar untuk biaya sekolah ) bahwa orang masih butuh dan percaya bahwa salah satu cara untuk maju adalah dengan memasukan anaknya ke sekolah ( sekolah tertentu bahkan menjadi rebutan sehingga jumlah uang bulanan selama satu semester lebih besar dari uang spp dan sardik penulis ).

Orang tua/wali menaruh harapan besar ada linieritas antara jenjang pendidikan dan jenjang derajat ( kekayaan dan penghasilan ). Hal ini tentu tidak selamanya terbukti benar. Akhir-akhir ini justru terbentuk wacana utnuk menjadi pekerja bukan menjadi pemberi lapangan kerja, ya adanya SMK sedikit banyak membangun pola pikir yang sama sekali tidak visioner dan orientasi sempit. Bekerja, digaji tinggi. Bagi pemerintah ini lebih baik dari pada tidak melanjutkan setelah lulus SMA. Mereka ( pemerintah , orang tua, calon siswa ) kadang lupa bahwa tidak semua SMK berkualitas standar. Melalui promo dunia SMK pemerintah hanya memberikan jalan yang kelihatannya indah namun penuh alternatif yang menjebak.

Sekolah di SMA, lulus kemudian tak melanjutkan ke PT mending sekolah di SMK dilatih skill, lulus punya ketrampilan, cepet dapat kerjaan relativ dibandingkan lulusan SMA. Beberapa yayasan pengelola SMA sepi peminat gara-gara pola pikir sepeti itu.

Kita perlu ingat bahwa keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun demikian faktor resistif akan tereduksi oleh hentakan yakin yang akan melhirkan keteguhan, dan kesabaran yang bertolak dari jaminan ( Yang Maha Kuasa ) yang tak pernah lapuk, korosi ,dan meluruh. Oleh karena itu pertanya Dimana dia sekolah? akan termentahkan, yang menang adalah bagaiamana dia bersekolah ? dari sini pentingnya pendidikan yang dilakukan diri sendiri untuk diri sendiri ( pendidikan mandiri ). Pendidikan manadiri bermuaran pada hasil yang mendarah daging, melekat dan berakjar kuat. Sarana pendidikan mandiri bisa bersifat formal maupun non formal. Pembeda dengan sistem pendidikan mandiri dan pendidikan berkelompok adalah titik tekan ganda yang berlaku, baik sebagi subjek maupun sebagi objek pendidikan. Sarana dan fasilitas hampir sama dengan pendidikan pada umumnya hanya saja sisi keyakinan dan kesemangatan yang ditekankan. Soft Skill. kurang lebih seperti itu. Pendidikan mandiri menghasilkan menejemn diri, waktu yang tentunya berimbas utnuk kelompok, masyarakat dan kemjuan bangsa dan negara. semoga.

Oleh: physicool | Mei 19, 2009

Kebangkitan Nasional: Kebangkitan Personal

Boleh jadi kita mulai melupakan tanggal bersejarah, yang dinisbatkan sebagai hari kebangkitan nasional . ya tanggal 20 Mei kita peringati itu. Tetesan-tetesan kepahlawanan para pahlawan kemerdekaan seharusnya bisa menimpa ( tertimpa / ditimpakan ) kepada kita.

Kebangkitan nasional akan sangat ditentukan oleh gebrakan kebangkitan personal yang menggejala. Mari kita menakar seberapa luas efek dari kebangkitan personal, atau jangan-jangan kita masih tergolek lemas, melamun, bermimpi dan berangan -angan sambil duduk di atas sofa atau hanya duduk di warung kucingan hanya untuk memperbincangkan hal yang yang tidak jelas. Sebagai seseorang yang diberi kesempatan luas untuk belajar, kita harus menelola kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi aktivitas produktif. Diskusi politik di warung kucingan, menurunkan persamaan kuantum di warung lesehan, atau obrolan humaniora di halte-halte bus.

Semoga kita tidak hanya sebagai penerima tetesa-tetesan kepahlawana tapi lebih dari itu, air bah kebahlawanan.

SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Oleh: physicool | Februari 7, 2009

LINGKUNGAN TANAH DAN HUKUM-HUKUM TERMODINAMIKA

Hukum Pertama dan Kedua Termodinamika pada Sistem Tanah.

Kita telah ketahui bersama bahwa hukum pertama termodinamika tentang kekekalan energi
hanya berlaku pada sistem tertutup.Sistem tertutup adalah sistem yang hanya dapat merpertukarkan
energi, sedangkan pertukaran materi tidak.

dE=dq+dw

Persamaan di atas mempunyai arti fisis bahwa perubahan energi dalam (dE) sama dengan jumlah
fluks kalor(dq)dan masukan atau keluaran usaha.Kesemuanya berlangsung di sistem tertutup.
Sistem tanah bukanlah sistem tertutup.Sistem tanah adalah sistem terbuka. Sistem tanah terjadi
pertukaran materi dan energi. Jelas bahwa hukum pertama tidak belaku jika pembahsannya seperti tersebut.

Sama halnya dengan hukum pertama,hukum kedua termodinamika juga tidak serta merta sesuai dengan kelakuan
sistem tanah. Hukum yang menyatakan bahwa semua sistem terpencil (tidak ada pertukaran energi maupun materi)
akan menuju suatu keadaan setimbang secara spontan. Proses spontan ditandai dengan dS>0 yang berarti entropi (S)
meningkat terus sampai harga maksimum pada kesetimbangan.

Pada proses pembentukan tanah menjadi pedon oleh peristiwa horisonisasi dimana terjadi fluks energi dan materi,
tampak konsep yang mengarah pada penurunan entropi. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem hidup dan tanah tidak sesuai
jika dibahas dengan hukum kedua termodinamika,karena memang hukum ini bisa diberlakukan untuk sistem terpencil.

Hukum pertama dan hukum kedua termodinamika dapat digunakan untuk membahas sistem tanah (sistem terbuka),harus melibatakan
sistem dan lingkungan sistem itu sendiri. Perubahan entropi total adalah jumlah antara entropi karena interaksi sistem dengan lingkungan
dan entropi sistem itu sendiri.Ini berari entropi sistem selalu positif sehingga entropi total bisa negatif atau positif tergantung
entropi lingkungan.

wallu’alambishowab

Diolah dari Fisika Lingkungan karya Siti Khanafiyah, Upik Nurbaiti dan Sukiswo Supeni Edi

Oleh: physicool | Oktober 31, 2008

Fisika Lingkungan

Fisika lingkungan air membahas mengenai sifat-sifat fisis daripada air yang terdiri dari sifat dasar air murni, sifat akustik air, sifat optik, gerakan orbit gelombang air. Kualitas iar juga jadi perbincangan menarik. Salah satu sifat air adalah justru menyusut ketika dipanaskan dari suhu 0 C ke 4 C. Oleh karena itu air mempunyai massa jenis terbesar pada saat suhu 4 C ( 1 g/cm3). inilah yang dikenal sebgai anomali air. lagi kuasa Allah SWT diperlihatkan.

Soal Mid Semester Fisika Lingkungan:

  1. Pengaruh suhu dan salinitas terhadap laju suara, lebih besardipengaruhi suhu, kenapa?
  2. Air memiliki koefisien dielektrik besar, kenapa?
  3. Hukum pertema termodinamika berlaku di sistem tanah, jelaska!
  4. Metode medan gravitasi dan metode medan magnetik mana yang lebih murah,jelaskan!
  5. Tanaman mampu mengurangi pencemaran udara?jelaskan

Ada yang bisa jawab dengan lengkap da benar?

Oleh: physicool | September 11, 2008

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN

Oleh: physicool | Juli 5, 2008

Yudisium, senang, sedih

wah………kuliah melelahkan 16 pekan terbayar ( entah lunas atau tidak ) pada tanggal 4 juli 2008. ya yudisium menjadi salah satu indikator ketuntasan belajar.

Apapun hasilnya harus tetap disyukuri.

ingat..”keledai saja ga mau jatuh di lubang yang sama”.

Oleh: physicool | Juni 8, 2008

Dari Fisika ke Mana-mana

Artikel berikut ini layak dibaca bagi mereka yang saat ini berkutat dengan Fisika. Silahkan dinikmati.

DARI FISIKA KE MANA-MANA
Oleh: Jansen H. Sinamo  [16 Februari 2007]
Artikel ini telah dibaca sebanyak <!–//–>52654768 kali


SATU dekade ke depan, manusia terkaya di dunia boleh jadi bukan lagi Bill Gates. Calon penggantinya bukan seorang computer nerd atau venture capitalist, melainkan fisikawan muda jenius bernama Stephen Wolfram. Ia baru saja menggemparkan jagat keilmuan dengan menerbitkan dan meluncurkan sendiri magnum opusnya setebal 1.200 halaman lebih berjudul The New Kind of Science (TNKS). Menurut sejumlah pembaca awal di situs Amazon.com, buku ini dalam magnitude dan gaya provokasinya dianggap setara dengan The Origin of Species-nya Charles Darwin dan Das Kapital-nya Karl Marx.

Yang luar biasa, Wolfram juga wirausahawan tulen yang piawai memasarkan dan menjual temuan-temuannya ke dunia bisnis yang makin knowledge intensive. Sebagai multijutawan dollar barangkali ia merupakan ilmuwan terkaya di dunia. Dengan kekayaan itu, ia mendanai sendiri riset-risetnya sambil menjadi CEO bagi perusahaannya dengan ratusan karyawan. Dalam komunitas fisika, sejumlah tokoh tak ragu mengatakan kehebatan Wolfram setara dengan…dewa-dewa terpenting fisika seperti Galileo, Newton, dan Einstein. Jika Galileo dikenang dengan Teori Pergerakan Planet, Newton dengan Teori Gravitasi, dan Einstein dengan Teori Relativitas, maka Wolfram dengan Cellular Automata.

Dengan perkakas ini, Wolfram mengklaim dapat memecahkan semua problem fisika abad ke-20 yang sampai kini masih misterius seperti soal relasi gaya-gaya elektromaknetik dan gravitasi. Dengan demikian cellular automata boleh jadi akan memenuhi impian suntuk Einstein- yang tak kesampaian hingga akhir hayatnya-akan adanya teori gabungan (unified theory of everything) yang mampu menjelaskan semua fenomena alam dan kosmos itu sendiri.

Namun, cellular automata lebih ambisius dari impian tertinggi Einstein. Bukan saja di bidang fisika, perkakas Wolfram ditengarai dapat menjelaskan serta memecahkan berbagai masalah fundamental dalam biologi, matematika, kimia, computer science, bahkan wilayah-wilayah lain yang secara tradisional dianggap di luar pengaruh fisika seperti sosiologi, psikologi, ekonomi, juga teologi, seni, dan filsafat.

***

APAKAH cellular automata itu? Sederhananya, cellular automata adalah sehimpunan proses fundamental peciptaan pola-pola keteraturan dengan menggunakan komputer (computer-generated ordering process) yang bentuk akhirnya sangat menyerupai apa yang terjadi di alam. Program komputer Wolfram ini mengambil input data yang tidak teratur (bahkan chaos), lalu diproses menggunakan sejumlah Aturan Wolfram, dan akhirnya menghasilkan output gambar yang sangat mengagumkan baik pola, kompleksitas, maupun derajat keteraturannya di layar komputer.

Dalam bukunya yang dipenuhi ratusan gambar itu, Wolfram menunjukkan proses terciptanya berbagai bentuk pola-pola yang kompleks seperti kristal es, bunga-bungaan, dedaunan, sebaran warna-warni bulu burung merak, spiral galaksi, turbulensi air deras, jaringan sirkuit otak manusia, badai topan, kulit kerang, lekak-lekuk sungai, pokoknya berbagai macam bentuk output dari sistem operasi alam semesta.

Wolfram berpendapat bentuk-bentuk yang dihasilkan oleh cellular automata itu bukan sekadar replika kebetulan dari fitur-fitur yang ditemui di alam, tetapi sekaligus dapat menjelaskan bagaimana alam bekerja pada tingkat paling fundamental. Karena itu, Wolfram tak ragu berpendapat, program cellular automata akan menjadi metoda paling ampuh yang dikenal umat manusia hingga kini, untuk memecahkan rahasia alam, sekaligus menjelaskan arsitektur jagat raya dan evolusi segenap bentuk kehidupan di dalamnya. Wolfram bahkan menengarai semesta alam ini tidak lain adalah sebuah mahakomputer alami yang berperilaku sebagai sebuah super cellular automata.

Di tingkat praktis, tidak saja celluar automata akan merevolusi jagat sains secara radikal, tetapi Wolfram juga menjanjikan terbukanya pintu gerbang lebar bagi lahirnya sejumlah besar teknologi baru dalam waktu segera seperti komputer kuantum, supermikroteknik pada skala atom, desain serta reparasi bagian-bagian jaringan dan organ tubuh, materi baru, dan obat-obatan baru yang lebih ajaib khasiatnya. Sungguh fantastis!

***

SIAPA gerangan sang jenius ini? Lahir tahun 1959 di London, Stephen Wolfram adalah a new kind of physicist. Ketika masih sekolah menengah di Eaton, Inggris, ia belajar sendiri fisika tingkat tinggi pada usia 12 tahun. Saat umurnya baru 15 tahun makalahnya di bidang fisika teori sudah muncul di jurnal fisika. Tak betah belajar dari guru dan dosen–menurut dia terlalu lamban–ia lalu melahap berbagai buku teks kelas berat ketika teman seusianya masih sibuk bermain Halloween dan bercinta monyet.

Pertama kali kuliah di Oxford, ia masuk semester satu. Sangat tidak menarik baginya, ia langsung menghadiri kuliah semester enam. Juga tidak cukup menarik, ia lalu memutuskan tidak pernah masuk kelas lagi. “Saya dapat mengetahui berbagai hal jauh lebih cepat dan lebih mendalam dengan membaca daripada mendengar dosen ngomong,” begitu alasannya menyebut kuliah sebagai kegiatan buang waktu. Hebatnya, ia mampu menghasilkan puluhan makalah di bidang kosmologi dan fisika partikel yang dimuat pada jurnal-jurnal fisika kelas tinggi.

Tidak sampai tamat S1 dari Oxford, ia langsung direkrut oleh raksasa fisika peraih Hadiah Nobel dari California Institute of Technology (Caltech), Murray Gell-Man, tahun 1978. Wolfram langsung masuk program doktor. Di kampus ini, di mana Richard Feynman, fisikawan legendaris lainnya bermukim, Wolfram juga tampak kurang tertantang. Agar ia betah, maka program doktor khusus diberikan padanya. Dalam tempo setahun saja, ia mendapat PhD pada usia 20 tahun tanpa harus membuat disertasi, tetapi cukup membundel ulang enam makalah terbaiknya.

Pergaulan intelektual tingkat tinggi antara doktor remaja Wolfram dengan fisikawan dewa sekelas Feynman dan Gell-Man hanya sanggup membuatnya kerasan selama 10 tahun di Caltech. Akhirnya ia bentrok juga dengan administratur institut itu perihal komersialisasi temuan-temuannya. Di usia 31 tahun, ia diterima di kampus Einstein yang legendaris, the Institute for Advanced Studies di Princeton. Wolfram tercatat sebagai anggota termuda institut itu sepanjang sejarah. Tapi, kampus penelitian paling bebas di dunia ini pun ternyata tidak sanggup menyediakan ruang bagi kebebasan gerak dan independensi intelektual yang dituntut Wolfram.

Akhirnya tahun 1986 ia mendirikan Wolfram Research Inc., institusi penelitian pribadinya. Di sinilah ia menggabungkan bisnis dan riset secara bebas yang berpuncak pada lahirnya mahakarya TNKS yang menggemparkan itu. Dalam rangka mengembangkan TNKS, Wolfram harus pula mengarang Mathematica–sebuah sistem software yang digunakan untuk keperluan komputasi teknikal dan pemrograman simbolik (symbolic manipulation programming)–terlebih dahulu, yang sama raksasa bobotnya dengan TNKS itu sendiri. Ini persis seperti Newton yang harus mengarang dulu kalkulus diferensial agar bisa menjelaskan gravitasi dan Einstein yang harus mengonstruksi dulu sebuah aljabar empat dimensi agar bisa menjelaskan relativitas.

Bedanya, kedua pendahulu Wolfram itu cuma ilmuwan murni yang hidup dari dana negara sedangkan Wolfram sekaligus entrepreneur kawakan yang jago mencetak duit gede dalam setiap langkahnya menuju puncak sains tertinggi.

***

KISAH Wolfram tampaknya tak pernah dibayangkan orang ketika memikirkan fisika. Bagi awam, fisika adalah ilmu esoteris yang tak jelas manfaat praktisnya. Sarjana fisika biasanya kere tak berduit. Pekerjaan mereka paling-paling jadi dosen atau penelitu. Otak mereka dipenuhi atom-atom, galaksi-galaksi, dan persamaan-persamaan matematika yang eksotis, tetapi kantung mereka enggak gaul. Wacana mereka serba makro tapi dompet super mikro. Konon Einstein sendiri pun pernah mengatakan, “Science is a wonderful thing if one does not have to earn one’s living at it.” Alhasil, citra fisikawan memang jauh dari menarik. Sampai hari ini pun fisika tidak pernah menjadi pilihan utama bagi kebanyakan mahasiswa cerdas namun tetap ingin hidup keren berkecukupan.

Sekitar tiga dekade lalu, jurusan fisika ITB bahkan harus menawarkan beasiswa bagi siapa saja yang bersedia masuk fisika jika lulus ujian masuk. Banyak input jurusan fisika saat itu merupakan mahasiswa kere. Sebagian lagi, terjebak oleh citra di atas, lalu hengkang dan testing ulang ke jurusan teknik. Memang ada juga minoritas yang hebat otaknya, termotivasi oleh the beauty of physics itu sendiri, menganggap mencari duit sebagai kegiatan yang inferior, memutuskan mendalami fisika sampai ke sumsum. Namun, makhluk seperti ini dianggap aneh oleh masyarakat. Orangtua pun biasanya tidak mengizinkan anaknya memilih fisika.

Bahkan, seorang ibunda Evelyne Mintarno pun, yang anaknya berhasil menjadi satu-satunya peserta putri dari Indonesia dalam Olimpide Fisika 2002 di Bali, belum merelakan putrinya memilih fisika karena terbelenggu anggapan fisikawan hanya bisa jadi guru. Padahal putrinya yang hebat itu, selain meminati sungguh fisika sudah diterima di universitas bergengsi, Stanford. (Kompas, 24/7)

***

KIPRAH para fisikawan sesungguhnya tidaklah sesempit menjadi dosen saja. Ilmu fisika yang selalu terobsesi dengan perkara-perkara fundamental, perumusan dan pemecahan masalah secara elegan, dengan disiplin berpikir yang rigor konseptual, sebenarnya lebih dari cukup sebagai bekal hidup penuh makna, termasuk hidup makmur kalau mau. Sisanya adalah minat, ambisi, dan etos kerja.

Selain menjadi peneliti dan guru, banyak sarjana fisika Indonesia akhirnya menjadi eksekutif bisnis (seperti Harianto Mangkusasono dan Charlo Mamora, terakhir keduanya menjadi konsultan pengembangan dan transformasi bisnis), rohaniwan (seperti Pater Drost), ekonom (seperti Rizal Ramli dan Umar Juoro, meskipun keduanya tidak menamatkan fisika), dan terbanyak menjadi profesional di berbagai bidang (misalnya IT, perminyakan, elektronika, otomotif, pers, SDM, pertambangan, perbankan) termasuk menjadi wiraswastawan. Intinya, dari fisika orang bisa ke mana-mana, tergantung minat, stamina juang, dan sekali lagi etos kerja.

Ke depan, seiring dengan munculnya fenomena Wolfram di atas, dapat diharapkan semakin banyak orang-orang muda yang terinspirasi menjadi fisikawan-hartawan. Mengapa tidak? Dalam dunia di mana kapitalisme global semakin meraja, semakin diperlukan sumbangan berbagai jenis inovasi berbasis fisika untuk menciptakan business value yang hebat-hebat.

Wolfram membuktikan, meraih kemakmuran tidak berarti mengorbankan ilmu, atau sebaliknya, berilmu tinggi tidak harus jadi miskin. Wolfram mendemonstrasikan sebuah paradigma baru. Menjual fisika untuk uang, dengan uang mendanai riset fisika, dan dengan uang cukup mampu memperoleh independensi berkarya, dengan sebuah efek samping yang tak kalah menarik: hidup enak dan berkecukupan.

Salah satu problem besar fisikawan murni Indonesia (ilmuwan berbasis universitas umumnya) ialah mengotakkan diri dalam ruang sempit penelitian. Mengemis dana penelitian dari birokrat yang tak paham penelitian, lalu mendapatkan dana superkecil dari anggaran negara yang memang tak peduli penelitian, kemudian dipotong sana-sini oleh oknum siluman. Maka, jadilah penelitian jejadian. Hasilnya? No money, no science, no dignity!

Saya setuju dengan pendapat Rektor ITB Kusmayanto Kadiman, bahwa ITB belum saatnya disebut a research university. Meskipun ada kontroversi di balik kisah Wolfram di atas, satu hal positif sudah jelas, ilmuwan jenis baru harus mampu menggabungkan tiga peran sekaligus: peneliti, marketer, dan eksekutif.

Saat negeri ini carut-marut dan tak punya uang, semakin absurd rasanya mengharapkan dana riset dari negara. Mungkinkah para ilmuwan kita meniru gaya Wolfram mencetak uang dengan dan dari ilmu mereka? Tantangan ini lebih relevan buat Indonesia, karena metoda favorit dalam mencari uang yang dipakai para pemegang kekuasaan di lembaga-lembaga negara kita–seperti diberitakan koran tiap hari–ialah main injak dan terkam kaya Ken Arok.

Padahal kata orang, kini era knowledge economy, di mana wealth creation akan lebih mengandalkan kreativitas, inovasi teknologi, dan pengetahuan intensif seperti didemonstrasikan Bill Gates dan Stephen Wolfram; dan bukan tanah, ternak, atau mesin, let alone brute power. Kalau ilmuwan-ilmuwan kita masa kini tidak bisa berkiprah lain daripada apa yang lazim dan zalim di masa lampau, tampaknya satu- satunya harapan kita ialah pada tunas-tunas belia yang bertarung di Olimpiade Fisika minggu lalu. Untuk mereka, selamat dan semoga jaya. Untuk panitia dan tim pelatih, terima kasih atas visi, kontribusi, dan dedikasi Anda.

*) Artikel ini dimuat di Harian KOMPAS, Edisi Senin, 29 Juli 2002

diundu dari kangsugi.unnes.ac.id Juni ;2008


Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.